“seribu orang tua hanya bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia.” - Soekarno
Di tangan kita, kaum muda, terpikul sebuah tugas sejarah yang besar: melanjutkan dan memujudkan cita-cita para pendiri bangsa kita, yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Karena itu, kita tidak boleh berpangku tangan.
Ada beberapa peran yang bisa kita mainkan.
Pertama, belajar segiat-giatnya dan mengabdikan pengetahuan kita kepada kepentingan umum/rakyat. Ingat, pengetahuan yang kita dapat di bangku kuliah bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk kepentingan bangsa dan negara. Kaum muda adalah investment of human skill untuk pembangunan dan kemajuan Indonesia di masa mendatang.
Kaum muda bisa menyumbang gagasan untuk kemajuan bangsa. Disamping itu, melalui riset atau penelitan, kaum muda bisa menyumbang pengetahuan yang memperkaya pengetahuan para pengambil kebijakan dan rakyat banyak. Kaum muda juga bisa mendorong inovasi dan penemuan teknologi baru untuk kepentingan rakyat banyak.
Kaum muda harus di garda depan melawan korupsi. Kaum muda juga harus di garda depan melawan berbagai kebijakan politik yang merugikan rakyat banyak. Dan yang terpenting, kaum muda harus membela negeri ini dari proyek neo-kolonialisme.
Kedua, menjadi kekuatan kritis, yang mengawal jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Bilamana penyelenggaraan negara menyimpang dari dua itu, maka tugas pemuda untuk mengoreksinya.
Ketiga, membela kepentingan umum/rakyat banyak. Ini bagian dari pengabdian masyarakat.
Keempat, membantu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam hal ini, kaum muda bisa ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk memajukan pendidikan rakyat, seperti memberikan pengajaran gratis kepada masyarakat miskin, mendirikan perpustakaan gratis, menyelenggarakan kursus pemberantasan buta-huruf (Ingat, di Indonesia masih ada sekitar 6 juta orang yang buta-huruf), dan lain sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar