Negeriku ini, Negeri dalam kahyangan
Negriku ini, Seperti negeri dalam sebuah dongeng
Gemah ripah loh jinawi, santun dan tersenyum
Dialah negeriku, Dia Indonesia
Negriku ini, Seperti negeri dalam sebuah dongeng
Gemah ripah loh jinawi, santun dan tersenyum
Dialah negeriku, Dia Indonesia
Masyarakatnya disanjung rukung, damai terjunjung
Murah senyum, tipis bibir terus terkulum
Tapi kini Indonesiaku
Seperti hilang senyum
Bercita membawa kejayaan sriwijaya
tapi masih sibuk dengan siapa dirinya
Bermimpi menjadi macan asia bahkan dunia
Tapi hanya mampu ngeong di medsos saja
Semua saling serang
Menyalahkan dengan umpatan hingga hujatan
marah sana, marah sini
Entah pada siapa marah itu tertuju
Saudara sendiri digebuk dan dibantai
Dihadang pedang terpegang untuk perang
Dicaci, mau dihabisi sampai hendak dikuliti
padahal dia tahu itu sudarara sendiri
Semua lupa, bahwa ibarat tontonan
Semua senyum girang sorak sorai
Tak pelak musuh mengintai
menunggu kita semua gontai
****
Sudahlah, Indonesiaku
Berhentilah, bertikai, menjadi sampah media sosial
berfikirlah, tegakah pada saudara sendiri
Istirahatlah sejenak, menikmati kopi sambil kaca diri
Tarik nafas dalam - dalam
Lebur semua dendam
Siram api kemarahanmu hingga padam
Rangkul dia saudaramu tanpa naik pitam
Berjabatlah erat, peluk erat
Bergandengan tangan menghadap ke timur
Menghirup udara pagi
Di tepi pantai, pada hamparan pasir pertiwi
Istirahatlah sejenak indonesia
Tak perlu teruskan bertikai
Kopimu sedari pagi mendingin
Peluklah Saudaramu, Karena kita Indonesia.
Manado, 27 Agustus 2018
Awi M Noer

Tidak ada komentar:
Posting Komentar